Friday, February 11, 2022

Upakara Yadnya

 Yadnya



Pengertian Yadya

Kata Yadnya berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata ”Yuj” berarti memuja, mempersembahkan, korban, Yadnya artinya suatu perbuatan  atau upacara persembahan korban suci yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran untuk melaksanakan persembahan kepada Tuhan. Sarana yang diperlukan sebagai perlengkapan sebuah Yadnya disebut dengan istilah Upakara. Upakara yang tertata dalam bentuk tertentu yang difungsikan sebagai sarana memuja keagungan Tuhan disebut sesajen. Upakara dapat diartikan memberikan pelayanan yang ramah tamah atau kebaikan hati. Dengan demikian sudah semestinya setiap upakara yang dipersembahkan hendaknya dilandasi dengan kemantapan, ketulusan dan kesucian hati, yang diwujudkan dengan sikap dan prilaku ramah tamah bersumber dari hati yang hening dan suci.

Tatacara atau rangkaian pelaksanaan suatu Yadnya disebut Upacara. Kata upacara dalam kamus Sansekerta diartikan: mendekati, kelakuan, sikap, pelaksanaan, kecukupan, pelayanan sopan santun, perhatian, penghormatan, hiasan, upacara, pengobatan.

Jenis-jenis Yadnya



a. Dewa Yadnya

Dewa yadnya  adalah persembahan suci yang dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi dengan segala manisfestasi-Nya. Contoh Dewa Yadnya dalam kesehariannya, melaksanakan puja Tri Sandya, sedangkan contoh Dewa Yajña pada hari-hari tertentu adalah melaksanakan piodalan/puja wali di pura dan lain sebagainya.

“kāòksanta karmaṇāṁ siddhiṁ yajanta iha devatāá,

 kṣipraṁ hi mānuṣe loke siddhir bhavati karma-jā”

Terjemahannya: Mereka yang menginginkan keberhasilan yang timbul dari karma, berYajña di dunia untuk para deva, karena keberhasilan manusia segera terjadi dari karma, yang lahir dari pengorbanan (BG. IV.12).

Gambar : Jenis Dewa Yadnya

b. Rsi Yadnya

Rsi Yajña adalah korban suci yang tulus ikhlas kepada para Rsi. Mengapa Yajña ini dilaksanakan, karena para Rsi sudah berjasa menuntun masyarakat dan melakukan puja surya sewana setiap hari. Para Rsi telah mendoakan keselamatan dunia alam semesta beserta isinya. Bukan itu saja, ajaran suci Veda juga pada mulanya disampaikan oleh para Rsi. Para Rsi dalam hal ini adalah orang yang disucikan oleh masyarakat. Ada yang sudah melakukan upacara dwijati disebut Pandita, dan ada yang melaksanakan upacara ekajati disebut Pinandita atau Pemangku. Umat Hindu memberikan Yadnya terutama pada saat mengundang orang suci yang dimaksud untuk menghantarkan upacara Yadnya yang dilaksanakan.

Gambar : Jenis Rsi Yadnya

c. Pitra Yadnya

Pitra yadnya merupakan  bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para Pitara atau leluhur karena telah berjasa ketika masih hidup melindungi kita. Kewajiban setiap orang yang telah dibesarkan oleh leluhur untuk memberikan persembahan yang terbaik secara tulus ikhlas.

Gambar: Jenis Pitra Yadnya

d. Manusa Yadnya

Manusa Yadnya adalah pengorbanan untuk manusia, atau acara yang dilaksanakan untuk memohon kesejahteraan manusia. 

“yeyathāmāṁ prapadyante tāṁs tathaiva bhajāmy aham,

Mamavartmānuvartante manusyaá partha sarvaṡaá”.

Terjemahannya: Bagaimanapun (jalan) manusia mendekati-Ku, Aku terima wahai Arjuna. Manusia mengikuti jalan-Ku pada segala jalan (BG.IV.11)

Ada beberapa perbuatan yang diajarkan oleh Veda sebagai bentuk pelaksanaan dari ajaran Manusa Yajña, yaitu:

a. membantu orang lain.

b. menjenguk dan memberikan bantuan teman yang sakit.

c. melakukan bakti sosial, donor darah.

d. memberikan sumbangan beras kepada orang yang tak mampu

e. membantu memberikan petunjuk jalan kepada orang yang tersesat

f. membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan pertolongan

Gambar: Jenis Manusa Yadnya

e. Bhuta Yadnya

Upacara Bhuta Yadnya adalah korban suci untuk para bhuta, yaitu roh yang tidak nampak oleh mata tetapi ada di sekitar kita. Tujuan dilaksanakannya upacara Bhuta Yadnya adalah menetralisir kekuatan bhuta kala yang kurang baik menjadi kekuatan bhuta hita yang baik dan mendukung kehidupan umat manusia. 

Gambar: Jenus Bhuta Yadnya



No comments:

Post a Comment

Nama Kelompok

 Nama Kelompok XII IPS 1 Kadek Ayu Darmini (08) Kadek Orianto Efendi Musa (12) Kadek Serli Wulandari (13) Luh Putu Merliani Putri (15) Ni Ko...