Yadnya
Pengertian Yadya
Kata Yadnya berasal dari bahasa Sansekerta, dari
akar kata ”Yuj” berarti memuja, mempersembahkan, korban, Yadnya artinya suatu perbuatan atau upacara
persembahan korban suci yang
dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran untuk melaksanakan persembahan
kepada Tuhan. Sarana yang diperlukan sebagai perlengkapan sebuah Yadnya disebut dengan istilah
Upakara. Upakara yang tertata dalam bentuk tertentu yang difungsikan sebagai sarana
memuja keagungan Tuhan disebut sesajen. Upakara dapat diartikan memberikan
pelayanan yang ramah tamah atau kebaikan hati. Dengan demikian sudah semestinya
setiap upakara yang dipersembahkan hendaknya dilandasi dengan kemantapan,
ketulusan dan kesucian hati, yang diwujudkan dengan sikap dan prilaku ramah
tamah bersumber dari hati yang hening dan suci.
Tatacara atau rangkaian
pelaksanaan suatu Yadnya
disebut Upacara. Kata upacara dalam kamus Sansekerta diartikan: mendekati,
kelakuan, sikap, pelaksanaan, kecukupan, pelayanan sopan santun, perhatian,
penghormatan, hiasan, upacara, pengobatan.
Jenis-jenis Yadnya
a. Dewa Yadnya
Dewa yadnya adalah
persembahan suci yang dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi dengan segala manisfestasi-Nya.
Contoh Dewa Yadnya dalam
kesehariannya, melaksanakan puja Tri Sandya, sedangkan contoh Dewa Yajña pada
hari-hari tertentu adalah melaksanakan piodalan/puja wali di pura dan lain
sebagainya.
“kāòksanta karmaṇāṁ siddhiṁ yajanta iha devatāá,
kṣipraṁ hi mānuṣe loke siddhir
bhavati karma-jā”
Terjemahannya: Mereka yang menginginkan keberhasilan yang timbul dari karma, berYajña di dunia untuk para deva, karena keberhasilan manusia segera terjadi dari karma, yang lahir dari pengorbanan (BG. IV.12).
b. Rsi Yadnya
Rsi Yajña adalah korban suci yang tulus ikhlas kepada para Rsi. Mengapa Yajña ini dilaksanakan, karena para Rsi sudah berjasa menuntun masyarakat dan melakukan puja surya sewana setiap hari. Para Rsi telah mendoakan keselamatan dunia alam semesta beserta isinya. Bukan itu saja, ajaran suci Veda juga pada mulanya disampaikan oleh para Rsi. Para Rsi dalam hal ini adalah orang yang disucikan oleh masyarakat. Ada yang sudah melakukan upacara dwijati disebut Pandita, dan ada yang melaksanakan upacara ekajati disebut Pinandita atau Pemangku. Umat Hindu memberikan Yadnya terutama pada saat mengundang orang suci yang dimaksud untuk menghantarkan upacara Yadnya yang dilaksanakan.
c. Pitra Yadnya
Pitra yadnya merupakan bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para Pitara atau leluhur karena telah berjasa ketika masih hidup melindungi kita. Kewajiban setiap orang yang telah dibesarkan oleh leluhur untuk memberikan persembahan yang terbaik secara tulus ikhlas.
d. Manusa Yadnya
“yeyathāmāṁ prapadyante tāṁs tathaiva bhajāmy aham,
Mamavartmānuvartante manusyaá partha sarvaṡaá”.
Terjemahannya: Bagaimanapun (jalan) manusia mendekati-Ku, Aku
terima wahai Arjuna. Manusia mengikuti jalan-Ku pada segala jalan (BG.IV.11)
Ada beberapa perbuatan yang
diajarkan oleh Veda sebagai bentuk pelaksanaan dari ajaran Manusa Yajña, yaitu:
a. membantu orang lain.
b. menjenguk dan memberikan
bantuan teman yang sakit.
c. melakukan bakti sosial, donor
darah.
d. memberikan sumbangan beras kepada orang yang tak mampu
e. membantu memberikan petunjuk jalan kepada orang yang tersesat
f. membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan pertolongan
e. Bhuta Yadnya
Upacara Bhuta Yadnya adalah korban suci untuk para bhuta, yaitu roh yang tidak nampak oleh mata tetapi ada di sekitar kita. Tujuan dilaksanakannya upacara Bhuta Yadnya adalah menetralisir kekuatan bhuta kala yang kurang baik menjadi kekuatan bhuta hita yang baik dan mendukung kehidupan umat manusia.
No comments:
Post a Comment