Friday, February 11, 2022

Ajaran Susila Agama Hindu

 Ajaran Susila Agama Hindu



Susila merupakan kerangka dasar Agama Hindu yang kedua setelah filsafat (Tattwa). Susila memegang peranan penting bagi tata kehidupan manusia sehari- hari.

Kata Susila terdiri dari dua suku kata: "Su" dan "Sila". "Su" berarti baik, indah, harmonis. "Sila" berarti perilaku, tata laku. Jadi Susila adalah tingkah laku manusia yang baik terpancar sebagai cermin obyektif kalbunya dalam mengadakan hubungan dengan lingkungannya.Pengertian Susila menurut pandangan Agama Hindu adalah tingkah laku hubungan timbal balik yang selaras dan harmonis antara sesama manusia dengan alam semesta (lingkungan) yang berlandaskan atas korban suci (Yadnya), keikhlasan dan kasih sayang.

Pola hubungan tersebut adalah berprinsip pada ajaran Tat Twam Asi (Ia adalah engkau) mengandung makna bahwa hidup segala makhluk sama, menolong orang lain berarti menolong diri sendiri, dan sebaliknya menyakiti orang lain berarti pula menyakiti diri sendiri.  Dalam hubungan ajaran susila beberapa aspek ajaran sebagai upaya penerapannya sehari- hari diuraikan di bawah ini

Tri Kaya Parisudha

artinya tiga perilaku manusia berupa pikiran, perkataan, dan perbuatan yang harus disucikan

  1. Manacika artinya berpikir yang baik dan benar atau suci
  2. Wacika artinya berkata yang baik dan benar
  3. Kayika artinya berbuat atau bertingkah laku yang baik dan benar

Panca Yama dan Niyama Brata

Panca Yama Brata merupakan lima macam cara mengendalikan diri secara lahir dari perbuatan yang melanggar susila.
Bagian-bagian Panca Yama Brata :

  • Ahimsa, tidak melakukan kekerasan
  • Brahmacari, masa menuntut ilmu/masa aguron-guron
  • Satya, kesetiaan dan kejujuran
  • Awyawaharika, melakukan usaha menurut dharma
  • Astenya, tidak mencuri milik orang lain.
Panca Nyama Brata merupakan lima pengendalian diri yang bersifat batiniah. 
Bagian-bagian Panca Nyama Brata:

  • Akroda, tidak marah
  • Guru susrusa, hormat taat dan tekun melaksanakan ajaran-ajaran dari guru
  • Sauca, suci lahir batin
  • Aharalagawa, memilih makan yang baik bagi tubuh kita dan makan, minum secara teratur untuk mencapai kesucian lahir batin.
  • Apramada, tidak sombong angkuh.

Tri Mala

Tri yang artinya Tiga dan Mala artinya kotor, buruk atau kejahatan, Jadi tri mala artinya tiga perbuatan kotor
  1. Moha adalah pikiran yang buruk
  2. Mada adalah perkataan yang buruk
  3. Kasmala, adalah perbuatan yang buruk.

Sad Ripu

Sad Ripu adalah enam macam musuh yang ada dalam setiap diri manusia. 
Bagian-bagian sad ripu:
  1. Kama artinya hawa nafsu
  2. Lobha artinya loba/tamak.
  3. Krodha artinya kemarahan
  4. Moha artinya kebingungan
  5. Mada artinya kemabukan
  6. Matsarya artinya iri hati

Catur Asrama

Catur Asrama terdiri atas dua kata yakni "Catur", yang berarti empat dan "Asrama", berarti tahapan atau jenjang. Jadi Catur Asrama artinya empat jenjang kehidupan yang harus dijalani untuk mencapai moksa.

  1. Brahmacari Asrama adalah tingkat masa menuntut ilmu/masa mencari ilmu.
  2. Grhasta Asrama adalah tingkat kehidupan berumahtangga.
  3. Wanaprasta Asrama berkewajiban untuk menjauhkan diri dari nafsu keduniawian.
  4. Saniasa/Bhiksuka/Sanyasin adalah tingkat terakhir dari catur asrama, di mana pengaruh dunia sama sekali lepas.

Catur Purusa Artha

Catur berarti empat, dan Purusa berarti Hidup, sedangkan Artha berarti tujuan. Sehingga dapat disimpulkan Catur Purusa Artha adalah 4 tujuan hidup manusia

  • Dharma atau kebaikan dimana manusia harus memiliki akar kebaikan dalam dirinya
  • Artha atau Kekayaan dimana dengan memiliki kekayaan yang cukup kita bisa melanjutkan kehidupan kita
  • Kama atau nafsu dimana ini merupakan sifat alamiah dari manusia
  • Moksa atau Kebebasan dari ikatan keduniawian dimana disini berarti dengan kekayaan dan nafsu yang sudah cukup terpenuhi

Catur Warna

berarti empat pilihan hidup atau empat pembagian dalam kehidupan berdasarkan atas bakat (guna) dan ketrampilan (karma) seseorang, serta kualitas kerja yang dimiliki sebagai akibat pendidikan, pengembangan bakat yang tumbuh dari dalam dirinya dan ditopang oleh ketangguhan mentalnya dalam menghadapi suatu
  1. Brāhmaṇa Varna
  2. Kṣatriya Varna
  3. Waiṣya Varna
  4. Śudra Varna

Catur Guru

Catur Guru berarti empat Guru yang harus dihormati di dalam mencari kesucian serta keutamaan hidup.

  1. Guru Rupaka atau Guru Reka adalah orangtua kita,
  2. Guru Pengajian adalah guru yang mengajar di sekolah,
  3. Guru Wisesa adalah pemerintah
  4. Guru Swadhyaya adalah Ida Sang Hyang Widhi.

Tata Susila Hindu Dharma

Tata Susila berarti peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang harus menjadi pedoman hidup manusia. Tujuan tata susila ialah untuk membina hubungan yang selaras atau perhubungan yang rukun antara seseorang dengan mahluk yang hidup disekitarnya.

Dasar dari Tata Susila

Agama adalah dasar tata susila yang kokoh dan kekal, ibarat landasan bangunan, dimana suatu bangunan harus didirikan. Jika landasan itu tidak kuat, maka mudah benar bangunannya roboh. Demikian juga halnya dengan tata susila; bila tidak dibangun atas dasar agama sebagai landasan yang kokoh dan kekal, maka tata susila itu tidak mendalam dan tidak meresap dalam diri pribadi manusia.

Tata susila yang berdasarkan ajaran-ajaran agama, atau yang berpedoman atas ajaran kerohanian sebagai yang terdapat di dalam kitab suci Upanisad (wedanta), Tattwa-tattwa (tutur-tutur), mulai dengan dalil atau axioma yang mengakui tunggalnya jiwatman (roh) semua mahluk dengan Brahman atau Paramatma, yang tutur di Bali sering menyebut dengan nama Parama Ciwa (Hyang Widhi Wasa)


No comments:

Post a Comment

Nama Kelompok

 Nama Kelompok XII IPS 1 Kadek Ayu Darmini (08) Kadek Orianto Efendi Musa (12) Kadek Serli Wulandari (13) Luh Putu Merliani Putri (15) Ni Ko...