Hari Suci Hindu
Ada beberapa hari besar agama Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Hari besar itu ada yang berdasarkan Kalender Saka dan Kalender Bali.
Berdasarkan Kalender Saka
1. Hari Raya Nyepi
Hari suci umat Hindu ini dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari Suci Nyepi
mempunyai makna yang sangat mendalam, yakni sebagai hari kebangkitan, hari
toleransi, hari pembaruan, hari kebersamaan, hari kedamaian hingga hari
kerukunan nasional. Penanggalan tahun baru Saka
didasarkan pada hitungan Tilem Kesanga, yang dianggap sebagai hari penyucian
dewa-dewa di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.
Saat menyepi, umat Hindu memohon kepada Tuhan menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta). Berbagai rangkaian upacara pun dilakukan umat Hindu sebelum Hari Raya Nyepi. Diantaranya Melasti, Tawur (Pecaruan) dan Pengrupukan.
2. Hari Raya Siwaratri
Siwaratri mempunyai arti malam
agung turunya Siwa. Selain hari raya, Siwarati juga sebuah festival yang
digelar setiap tahun untuk memperingati hari turunnya Tuhan atau siwa. Peringatan
ini juga dikenal dengan istilah Padmarajati yang diperingati setiap tahun pada
malam ke-13 atau hari ke-14 di Bulan Magha dalam penanggalan Hindu.
Festival dirayakan dengan
mempersembahkan daun Bael atau Bilwa kepada Siwa. Selama sehari dan semalam
begadang. Sepanjang hari semua pemuja melafalkan mantra suci Pancaaksara yang
ditujukan kepada Tuhan “Om Nama Siwaya”.
Berdasarkan Kalender Bali
1. Hari Raya Galungan
Hari raya ini
dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari. Perhitungannya menggunakan
kalender Bali, yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan, sebagai kemenangan Dharma
(kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Adapun rangkaian
hari Galungan yakni Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Hari Penyekeban,
Hari Penyajaan, Hari Penampahan, Hari Raya Galungan, Hari Umanis Galungan, Hari
Pemaridan Guru, Ulihan, Hari Pemacekan agung, Hari Raya Kuningan dan Hari Pegat
Wakan.
2. Hari Raya Kuningan
Hari raya ini dirayakan oleh umat Hindu Dharma Bali dan diperingati setiap hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Kuningan. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali (ada 35 hari dalam satu bulan kalender Bali). Kuningan memiliki arti kata kauningan yang berarti mencapai spiritual dengan cara intropeksi supaya terhindar dari bahaya.
Pada Hari Kuningan, umat Hindu Bali membuat nasi kuning sebagai lambang kemakmuran. Nasi itu dijadikan sesaji sebagai tanda terima kasih dan suksmaning idep sebagai manusia yang menerima anugerah dari Hyang Widhi berupa bahan sandang dan pangan.
3. Hari Raya Saraswati
Hari raya ini diperingati
sebagai hari turunya ilmu pengetahuan. Umat Hindu Bali merayakan hari raya ini
setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu
(Saniscara), Legi (Umanis), Watugunung. Di hari ini umat Hindu melakukan
pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.
4. Hari Raya Banyu Pinaruh
Upacara Banyu Pinaruh dilakukan setelah Hari Raya Saraswati, tepatnya pada Saniscara Umanis Watugunung. Tujuannya untuk pembersihan dan kesucian diri. Banyu berasal dari kata banyu yang berarti air (kehidupan). Sedangkan pinaruh berasal dari kata weruh yang berarti pengetahuan. Sehingga mempunyai makna memohon air sumber pengetahuan.
5. Hari Raya Pagerwesi
Hari ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta). Hari raya ini diperingati setiap Rabu Kliwon wuku Sinta.
No comments:
Post a Comment