Friday, February 11, 2022

Kitab Suci Agama Hindu

Kitab Suci Weda



Turunnya Weda

Turunnya Weda berkaitan dengan zaman Weda dalam fase perkembangan agama Hindu. Weda diturunkan oleh Ida Sang Hyang Widhi kepada Maha Sri dalam jangka waktu yang sangat panjang. Kata "Weda" berasal dari akar kata bahasa Sanskerta, yaitu "Vid", yang maknanya adalah mengetahui. Secara keseluruhan, Weda dapat diartikan sebagai pengetahuan suci dari Sang Hyang Widhi Wasa. Zaman Weda dimulai saat datangnya bangsa Arya, yang berasal dari Austria, Hungaria, dan Babylonia, ke India, tepatnya di Lembah Sungai Indus. Namun, sebelum sampai di India, tepatnya di Selat Bosporus, mereka terpisah. Bangsa Arya yang membawa kebudayaan Weda melanjutkan perjalanan ke arah India. Sedangkan kelompok lainnya menuju Iran, dengan membawa kebudayaan Awesta. Oleh karena itu, terdapat kemiripan sejumlah kata dalam Kitab Weda dan Kitab Awesta. Misalnya, di Kitab Weda ada kata Soma, sementara di Kitab Awesta ada kata Houma. Selain itu, terdapat kata Shindu di Kitab Weda dan kata Hindu pada Kitab Awesti


Gambar : Weda Sruti dan Weda Smrti

Bagian Weda

Ketika sudah mengenal tulisan, wahyu dari dari Sang Hyang Widhi Wasa kemudian disusun dan dibukukan. Tokoh yang mengumpulkan berbagai karya para resi dari masa sebelumnya dan membukukannya menjadi Weda adalah Maharesi Byasa. Selain dikenal sebagai penulis kitab Weda, Maharesi Byasa juga membagi isinya. Dalam hal ini, ia dibantu oleh empat muridnya, yaitu Pulaha, Jaimini, Samantu, dan Wesampayana. Kitab Weda ditulis dengan bahasa Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana (agamawan). Berikut ini empat bagian utama Weda (caturweda).

  • Regweda, Salah satu bagian dari kitab Weda yang berisi syair puji-pujian kepada dewa yaitu Regweda. Mantra-mantra dalam bentuk puji-pujian tersebut digunakan untuk mengundang dewa supaya hadir dalam upacara keagamaan.
  • Samaweda, Isi yang dimuat dalam Samaweda tidak berbeda jauh dengan Regweda, yakni berupa  puji-pujian. Perbedaannya adalah, pujian di Samaweda dilantunkan dalam lagu.
  • Yajurweda, Isi dari Yajurweda berupa yajus atau rapal yang digunakan untuk mengubah kurban yang menjadi makanan dewa. Melalui rapal Yajurweda, makanan yang dikurbankan akan pindah ke alam kedewataan dan dihubungkan dengan dewa.
  • Atharmaweda, Kitab Atharmaweda mengandung mantra sakti dan ilmu gaib. Mantra itu digunakan untuk mendoakan mereka yang sedang sakit dan untuk menolak bahaya.

Konsep Weda

Kitab Suci Weda mengandung konsep tentang penciptaan yang bersifat tradisional, salah satunya terkait penciptaan melalui permisalan tumbuhan. Dalam Weda, tahapan penciptaan tumbuhan disebut sebagai jaringan Indra, yakni jaringan yang berbentuk cahaya yang tidak terbatas dan menjadi benang kehidupan yang terhubung secara terus-menerus. Kehadirannya seperti gelombang cahaya yang dapat menghilang dan muncul kembali. Jalinan benang kehidupan ini menjadi lebih stabil seiring berlalunya waktu, sehingga menghasilkan cahaya yang mengalir. Aliran cahaya inilah yang kemudian membentuk pohon.

Sifat Weda

Sebagai kitab suci agama Hindu, Weda memiliki beberapa sifat, yaitu:

  • Weda tidak berawalWeda tidak berakhir
  • Weda berlaku sepanjang zaman
  •  Weda bukan agama ciptaan manusia
  • Weda bersifat fleksibel

Nilai Weda

Weda sebagai wahyu yang diturunkan ke manusia mengandung nilai-nilai universal yang berlaku kepada siapa saja. Nilai adalah ukuran tingkah laku yang ideal harapan masyarakat. Adapun nilai yang terkandung dalam Weda adalah sebagai berikut.

  • Keikhlasan
  • Kebenaran
  • Kasih sayang
  • Kemurahan hati, dll


No comments:

Post a Comment

Nama Kelompok

 Nama Kelompok XII IPS 1 Kadek Ayu Darmini (08) Kadek Orianto Efendi Musa (12) Kadek Serli Wulandari (13) Luh Putu Merliani Putri (15) Ni Ko...